BeritaEksekutifMurung Raya

PT Indo Muro Kencana Latih 53 Peserta Kembangkan Usaha Kecil

Forumhukum.id, Puruk Cahu – PT Indo Muro Kencana melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah lingkar tambang.

Kali ini, perusahaan itu menggelar pelatihan inisiasi usaha kecil yang diikuti sebanyak 53 peserta. Mereka terdiri dari pengurus koperasi binaan, siswa-siswi SMK Negeri Tanah Siang, serta perwakilan masyarakat dari 13 desa di sekitar area operasional perusahaan.

Pelatihan : Perusahaan dalam peningkatan kapasitas pelaku usaha dan calon pengusaha dilingkar tambang PT IMK.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 20 hingga 21 April 2026, berlokasi di aula Puskesmas Datah Kotou, Kecamatan Tanah Siang Selatan.

Dalam pelatihan ini, PT Indo Muro Kencana menghadirkan empat narasumber dari Rumah BUMN Palangka Raya yang merupakan praktisi usaha berpengalaman.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek penting dalam memulai usaha, mulai dari pengenalan peluang usaha, identifikasi potensi ekonomi lokal, penyusunan business canvas model, strategi branding produk, pemasaran, hingga perhitungan usaha serta aspek legalitas dan permodalan.

Metode business canvas model diperkenalkan, sebagai cara sederhana untuk membantu peserta memahami gambaran menyeluruh dari rencana bisnis yang akan dijalankan. Sementara itu, branding produk ditekankan sebagai kunci dalam membangun identitas usaha agar mampu bersaing di pasar.

Pelatihan berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diajak berdiskusi dan berbagi pengalaman. Di akhir kegiatan, seluruh peserta diminta menyusun rencana tindak lanjut (action plan) sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan usaha yang akan dikembangkan.

Perwakilan CSR PT Indo Muro Kencana, Rista Elia Sari, menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat memberikan pemahaman baru sekaligus memotivasi peserta untuk memulai usaha produktif secara mandiri.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal serta peluang yang ada di wilayah masing-masing,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Ditambahkan, penerapan materi yang telah diperoleh secara konsisten diyakini dapat membentuk model bisnis yang adaptif terhadap kearifan lokal serta mampu mengikuti dinamika perkembangan ekonomi secara global. (Ed)