BeritaEksekutifMurung Raya

Pemkab Mura: Kritikan Demi Perbaikan Kedepan

Puruk Cahu – Panitia Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya Tahun 2026 mengajak seluruh masyarakat menjaga semangat kebersamaan dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Murung Raya. Perbedaan pandangan, menurut panitia, merupakan bagian dari proses penyempurnaan. Karena itu, peringatan Hari Jadi diharapkan tidak sekadar menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum memperkuat persatuan, kolaborasi, dan kecintaan terhadap Kabupaten Murung Raya.

Hal tersebut disampaikan menyusul adanya berbagai tanggapan di tengah masyarakat terkait logo peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya yang disebut-sebut dibuat atau disunting menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ketua Panitia Hari Jadi ke-24 Kabupaten Murung Raya, Hendra Hadikusuma, Senin (27/7/2026), menegaskan bahwa proses pembuatan logo tersebut tidak menggunakan anggaran maupun dana dari Pemerintah Kabupaten Murung Raya.

Menurutnya, logo tersebut dibuat secara gratis sebagai bentuk kontribusi dan partisipasi dalam mendukung rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Murung Raya Tahun 2026. “Pembuatan logo ini tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. Ini merupakan bentuk kontribusi dan partisipasi untuk mendukung pelaksanaan Hari Jadi Kabupaten Murung Raya,” ujar Hendra.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi AI dalam proses kreatif merupakan salah satu alternatif yang digunakan untuk membantu menghasilkan konsep desain secara lebih cepat. Namun, proses tersebut dilakukan tanpa membebani keuangan daerah. Hendra juga mengapresiasi berbagai masukan, kritik, dan tanggapan yang disampaikan masyarakat terkait identitas visual Hari Jadi Kabupaten Murung Raya.

Menurutnya, perhatian publik tersebut menunjukkan adanya kepedulian bersama terhadap penyelenggaraan kegiatan daerah. Berbagai masukan yang disampaikan juga akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan ke depan. “Kami mengapresiasi seluruh masukan dan tanggapan dari masyarakat. Kritik dan saran menjadi bagian dari semangat bersama untuk terus melakukan perbaikan,” katanya.

Atas berbagai hal yang berkembang terkait proses pembuatan logo tersebut, Hendra menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Murung Raya apabila masih terdapat kekurangan atau hal-hal yang belum memenuhi harapan semua pihak. “Mohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila dalam proses pembuatan logo masih terdapat kekurangan dan belum memenuhi harapan semua pihak,” pungkasnya. (Ed)