Pasien Rawat Inap Kasus Gastroenteritis di RSUD Puruk Cahu Meningkat

Dirut RSUD Puruk Cahu, dr. Debi Rumondang Siregar Sp.THT :  Waspadai gejala pada anak berusia 1 hingga 8 tahun

 

Puruk Cahu, forumhukum.id – Pasien rawat inap kasus gastroenteritis (infeksi lambung) akut pada RSUD Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mengalami peningkatan.

Direktur RSUD Puruk Cahu, dr. Debi Rumondang Siregar Sp.THT membenarkan saat ini memang telah terjadinya kasus gastroenteritis akut dan meminta masyarakat waspada, terlebih lagi anak berusia 1 hingga 8 tahun.

“Waspadai gejala pada anak berusia 1 hingga 8 tahun,” kata dr. Debi melalui sambungan telepon genggam di Puruk Cahu, Senin (29/8).

Menurutnya, pasien penderita pada umumnya mengalami gejala awal seperti diare, kram pada perut, mual, muntah dan demam, dan dominannya menyerang anak berusia 1 tahun hingga 8 tahun.

Meningkatnya penanganan pasien penderita gastroenteritis, keluar masuk pasien rawat inaf menjadi tantangan tersendiri bagi pihak RSUD Puruk Cahu dalam memberikan pelayanan kesehatan.

“Sampai saat ini penanganan pasien penderita gastroenteritis di RSUD Puruk Cahu terus mengalami trend peningkatan dari sebelumnya,” kata dr. Debi.

Sebagai rumah sakit yang menjadi andalan masyarakat Murung Raya di bidang pelayanan kesehatan, RSUD Puruk Cahu berkomitmen dan berupaya maksimal mengakomodasi pasien gastroenteritis.

“Ruang rawat inap seperti Bangsal Anggrek dan Bangsal Dahlia terpaksa difungsionalkan untuk merawat pasien gastroenteritis akut karena saat ini adanya lonjakan pasien,” kata dokter berparas cantik itu.

Dipaparkan dr Debi, kondisi ini karena tidak seimbangnya ketersediaan bed (kasur) dengan jumlah pasien rawat inap yang meningkat. Kapasitas satu ruangan pun yang seharusnya hanya untuk dua pasien, kini terpaksa fungsionalkan untuk empat pasien.

“Adanya kasus gastroenteritis ini memaksa untuk satu ruangan bisa dihuni empat orang pasien rawat inap,” kata Debi menggambarkan kondisi rumah sakit saat ini.

Namun demikian, dr Debi bersyukur karena tantangan yang dihadapi itu bisa terakomodasi dengan baik setelah adanya bantuan dari Dinas Kesehatan Murung Raya berupa bantuan bed dan linen-nya. Sedangkan ketersediaan logistik berupa obat-obatan dan cairan infus pada RSUD Puruk Cahu saat ini dalam status aman atau ketersediaan stok mencukupi.

Direktur rumah sakit yang akrab disapa Debi itu mengakui, trend penurunan jumlah pasien penderita gastroenteritis hingga saat ini masih belum bisa dikatakan menunjukan penurunan. Ini karena kondisi antara pasien yang sembuh dan dinyatakan boleh pulang dengan pasien pasien baru masih seimbangan.

“Masih belum menunjukkan adanya penurunan dalam pekan ini karena pekan sebelumnya trend-nya meningkat,” kata dr Debi.

Dia meminta semua kalangan masyarakat di Murung Raya untuk tetap terus melaksanakan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit gastroenteritis.

Masyarakat juga diminta untuk waspada dan jika menemukan kasus pada anak anak berusia 1 tahun hingga 8 tahun dengan gejala demam yang disertai dengan peningkatan buang air besar (BAB) serta muntah-muntah maka segera untuk dibawa ke pelayanan kesehatan terdekat.

“Apabila dalam penanganan di tingkat pelayanan puskesmas belum dapat ditangani maka akan ada rujukan ke rumah sakit,”  kata dr Debi.

Direktur RSUD Puruk Cahu itu juga berkomitmen meningkatkan pelayanan secara intensif agar kasus gastroenteritis segera berakhir dengan secepatnya. Kasus gastroenteritis itu juga sudah dilaporkan secara berkelanjutan ke Dinas Kesehatan Murung Raya melalui Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P). (ALB 01)

 

%d blogger menyukai ini: