Mura Expo Jadi Etalase Kreativitas UMKM, Ketua TP-PKK Murung Raya Dorong Ekonomi Keluarga Semakin Mandiri
Puruk Cahu – ForumHukum.id, Pelaksanaan Mura Expo 2026 tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi dan produk unggulan daerah, tetapi juga dinilai penting dalam mendorong kreativitas masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis keluarga.
Momentum tersebut mendapat perhatian dari Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya, Warnita Heriyus saat turut mendampingi Bupati Murung Raya dalam kegiatan Pembukaan Mura Expo Tahun 2026.
Menurutnya, perkembangan UMKM memiliki hubungan erat dengan penguatan ekonomi keluarga. Banyak usaha masyarakat yang tumbuh dari skala rumah tangga kemudian berkembang menjadi sumber pendapatan dan kegiatan ekonomi produktif bagi keluarga.

“Mura Expo ini merupakan kesempatan yang baik bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan hasil kreativitas dan produk mereka kepada masyarakat. Kita berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kreativitas masyarakat, khususnya kaum perempuan, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif. Berbagai produk makanan olahan, kerajinan, fesyen, dan produk kreatif lainnya dapat menjadi bagian dari kekuatan ekonomi keluarga apabila dikelola secara konsisten dan berkelanjutan.
Karena itu, keberadaan Mura Expo diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga mampu membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk membangun jejaring usaha dan mendapatkan konsumen.
Lebih lanjut, Ketua TP-PKK Murung Raya menilai bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran penting dalam membangun ketahanan ekonomi keluarga.
Perempuan tidak hanya memiliki peran dalam lingkungan keluarga, tetapi juga dapat menjadi penggerak kegiatan ekonomi melalui keterampilan dan kreativitas yang dimiliki. “Banyak usaha yang dimulai dari rumah dan dikelola oleh ibu-ibu. Ini merupakan potensi yang harus terus kita dorong agar dapat berkembang menjadi usaha yang mandiri dan memiliki nilai ekonomi,” katanya.
Menurutnya, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga perlu memperhatikan kualitas, kemasan, inovasi, pemasaran, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga mampu bersaing dan bertahan di tengah perkembangan pasar.
Mura Expo juga dinilai dapat menjadi etalase kreativitas masyarakat Murung Raya. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung beragam produk lokal yang dihasilkan para pelaku UMKM.
Kondisi ini diharapkan dapat membangun kebanggaan terhadap produk lokal sekaligus meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan dan membeli produk daerah. “Produk lokal kita harus kita banggakan dan kita dukung bersama. Salah satu bentuk dukungan itu adalah dengan membeli dan menggunakan produk yang dihasilkan oleh masyarakat kita sendiri,” tuturnya.
Ia berharap pelaku UMKM tidak berhenti berkreasi setelah Mura Expo berakhir. Pengalaman dan respons masyarakat selama kegiatan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas.
Lebih jauh, penguatan UMKM berbasis keluarga dinilai dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat secara lebih luas. Ketika usaha keluarga berkembang, pendapatan keluarga meningkat dan aktivitas ekonomi di lingkungan masyarakat ikut bergerak.
Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TP-PKK, pelaku UMKM, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan yang semakin kuat.
Mura Expo diharapkan menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas masyarakat dengan peluang pasar, sekaligus mendorong lahirnya produk lokal yang berkualitas dan berdaya saing. “Harapannya, Mura Expo bukan hanya kegiatan pameran, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga” Tutup Warnita Heriyus.
(Alb- FH)


