BeritaMurung RayaPuruk Cahu

Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Murung Raya, Heriyus M Yoseph SE Sampaikan Laporan Pelaksanaan Tugas Pada Sidang II Majelis Sinode GKE 2022

FORUMHUKUM.ID – Pulang Pisau – Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Kabupaten Murung Raya masa bakti 2022 – 2027, Heriyus M.Yoseph, SE telah usai mengikuti Sidang II Majelis Sinode GKE Tahun 2022 yang berlangsung pada tanggal 29 – 30 November 2022 di Kabupaten Pulang Pisau, Propinsi Kalimantan Tengah.

Sidang II Majelis Sinode GKE 2022 merupakan pelaksanaan penyampaian pertanggungan jawaban atas pelaksanaan tugas serta sekaligus membahas program kerja dari Majelis Sinode Wilayah Kabupaten Murung Raya ke depan .

Ditemui seusai kegiatan, Heriyus M Yoseph, SE mengatakan, dirinya selaku Ketua Perwakilan Majelis Sinode Wilayah Kabupaten Murung Raya masa bakti 2022 – 2027 memiliki kewajiban dasar untuk memberikan laporan dan pertanggungjawaban dalam semua pelaksanaan tugas.

Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Murung Raya, Heriyus M Yoseph SE sampaikan laporan pelaksanaan tugas pada Sidang II Majelis Sinode GKE 2022 di Pulang Pisau, Rabu (30/11/2022). Foto : Ist.
Ketua Perwakilan Majelis Sinode GKE Wilayah Murung Raya, Heriyus M Yoseph SE sampaikan laporan pelaksanaan tugas pada Sidang II Majelis Sinode GKE 2022 di Pulang Pisau, Rabu (30/11/2022). Foto : Ist.

“Kita memberikan laporan dan pertanggungjawaban sesuai dengan tugas kerja yang dipercayakan kepada saya hingga 2027 mendatang,” ujar Heri yang notabenenya juga sebagai wakil rakyat di DPRD Murung Raya.

“Selain melaporkan pelaksanaan tugas, kami juga menyampaikan pembahasan rencana hibah lahan pertanahan seluas 60 ha di wilayah Desa Dirung Kulup, Kelurahan Saripoi Kecamatan Tanah Siang,” pungkas Ketua Perwakilan Sinode GKE Murung Raya.

Lahan hibah tersebut, tambah Heri, diperuntukan sebagai tempat pembangunan sarana dan prasarana tempat ibadah serta semua bangunan kelengkapan lainnya, sesuaikan dengan kebutuhan.

Heriyus memaparkan, pengurus Perwakilan Sinode GKE Murung Raya sepakat memilih Desa Dirung Kulup karena tempat yang luas dan strategis untuk pengembangan kegiatan pelayanan serta memiliki nilai sejarah.

“Nilai sejarahnya yakni wilayah tersebut merupakan tempat pertama kalinya masuk penyebaran agama Kristen yang dibawa Kolonial Belanda di era penjajahan dulu” kata Heri.

Heri juga berharap adanya dukungan dan doa dari semua elemen masyarakat dan Majelis Sinode GKE Kalteng. Sebagai seorang politisi, dirinya juga akan berupaya serta berkomitmen mengembangkan Majelis Sinode GKE Wilayah Murung Raya.

“Semoga apa yang telah kita rencanakan ke depannya nanti, kiranya diperkenankan oleh Tuhan serta diberikan kemudahan agar semuanya itu dapat terlaksana dengan baik,” tutup Heriyus M.Yoseph, SE.
( Alb-01/FH-88)

Jika ingin content ini hubungi pihak Forum Hukum