BeritaKapuas

Dialog Kebangsaan, Pemkab Kapuas Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi dan Persatuan

 

Forum Hukum.id–Kapuas, Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan komitmennya dalam menjaga kerukunan umat beragama dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Hal itu disampaikan Bupati Kapuas HM Wiyatno melalui Wakil Bupati Kapuas Dodo saat menghadiri Dialog Kebangsaan dan Kerukunan Umat Beragama Lintas Pemangku Kepentingan (Stakeholders) Kabupaten Kapuas Tahun 2026 di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Kapuas, Rabu (20/5).

Kegiatan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas itu digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-220 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-75 Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Dalam sambutan tertulis Bupati Kapuas yang dibacakan Wakil Bupati Dodo, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi kepada FKUB yang terus berperan aktif menjaga harmoni kehidupan masyarakat.

“Dialog seperti ini sangat penting untuk terus memperkuat semangat toleransi, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dodo.

Ia menegaskan, Kabupaten Kapuas merupakan daerah yang besar dan majemuk dengan keberagaman suku, agama, budaya, dan pandangan. Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus dirawat bersama melalui sikap saling menghormati dan saling memahami.

“Perbedaan justru menjadi kekuatan apabila kita kelola dengan bijaksana, dengan semangat saling menghormati, saling memahami, dan saling mendukung demi Kapuas yang damai dan harmonis,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Kapuas juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan hingga dunia pendidikan untuk terus bersinergi menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan masyarakat.

Mengusung tema Memperkokoh Kerukunan Umat Beragama dan Persatuan Bangsa untuk Mewujudkan Visi Kapuas Bersinar, kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum penting memperkuat rasa persaudaraan lintas agama dan golongan.

Dodo menyebut pembangunan daerah tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kuatnya persatuan dan suasana damai di tengah masyarakat.

“Kapuas harus menjadi daerah yang damai, rukun, toleran, dan menjadi contoh bagi daerah lain di Kalimantan Tengah bahkan Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan. Menurutnya, tantangan di era digital semakin kompleks dengan maraknya hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi.

Karena itu, melalui forum dialog tersebut pemerintah berharap lahir komitmen bersama untuk mempererat persaudaraan lintas agama, memperkuat peran generasi muda dalam menjaga harmoni sosial, serta membangun kesadaran bahwa persatuan merupakan modal utama mewujudkan Kapuas yang berdaya saing, sejahtera, indah, aman, dan religius.

Secara khusus, Wakil Bupati Dodo juga mengajak para pemuda, pelajar, dan mahasiswa menjadi agen toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.

“Gunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif, bukan konflik. Gunakan energi muda untuk membangun, bukan meruntuhkan,” pesannya.

Pemerintah Kabupaten Kapuas, lanjutnya, akan terus mendukung tugas pokok FKUB dalam memelihara, membina, dan mengembangkan kerukunan umat beragama demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.(Tatang fh).