BeritaEksekutifMurung Raya

Menyertai Langkah Sang Suami, Potret Keseharian Warnita Heriyus

PURUK CAHU – ForumHukum.id, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Murung Raya, Warnita Heriyus, merupakan sosok yang selama ini setia menyertai langkah sang suami, Heriyus, S.E., dalam berbagai kesempatan. Kehadirannya tidak hanya terlihat dalam acara resmi dan agenda formal pemerintahan, tetapi juga dalam kegiatan di luar kedinasan yang mempertemukan sang suami dengan masyarakat.

Di tengah kesibukan Heriyus menjalankan tugas sebagai Bupati Murung Raya, Warnita kerap hadir mendampingi, termasuk ketika sang suami berbaur dengan warga dalam kegiatan sosial maupun tradisi masyarakat setempat. Kehadiran tersebut menghadirkan potret kebersamaan yang sederhana.

Tidak selalu dalam suasana seremoni atau kegiatan protokoler, kebersamaan keduanya juga terlihat ketika berada di tengah masyarakat, menyaksikan langsung aktivitas warga, serta mengikuti berbagai kegiatan yang menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Murung Raya.

Bagi Warnita, mendampingi sang suami bukan semata-mata tentang kehadiran dalam agenda formal. Lebih dari itu, kebersamaan juga menjadi bagian dari perjalanan keluarga dalam menjalani tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat.

Di sisi lain, sebagai Ketua TP-PKK Kabupaten Murung Raya, Warnita juga memiliki peran tersendiri dalam mendukung pemberdayaan keluarga, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan peran dan fungsi TP-PKK.

Peran tersebut menempatkannya dalam ruang pengabdian yang tidak hanya bersentuhan dengan kehidupan keluarga, tetapi juga dengan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat. Melalui kegiatan TP-PKK, perhatian terhadap keluarga, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting yang perlu terus didorong.

Kehadiran Warnita dalam sejumlah kegiatan bersama Heriyus pun memperlihatkan sisi lain kehidupan seorang kepala daerah di luar rutinitas pemerintahan. Di balik tugas dan tanggung jawab publik yang menyertai jabatan seorang bupati, terdapat kehidupan keluarga yang turut berjalan beriringan dengan berbagai dinamika pengabdian.

Pada akhirnya, potret keseharian Warnita Heriyus bukan sekadar cerita tentang seorang istri yang mendampingi suaminya. Lebih dari itu, kisah tersebut menggambarkan bagaimana kebersamaan dalam keluarga dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial, tanpa harus kehilangan kesederhanaan dalam berinteraksi dengan masyarakat.

Sebab, kata Warnita “pengabdian kepada masyarakat tidak selalu hadir dalam ruang-ruang resmi. Terkadang, maknanya justru terlihat melalui kehadiran yang sederhana, kebersamaan yang tulus, dan kesediaan untuk tetap berada di tengah masyarakat dalam berbagai keadaan” Pungkasnya. (Alb-FH)