
Pemkab Mura Perkuat Peran Kader Desa dalam Pencegahan Stunting
Forumhukum.id, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADALDUKKB) terus memperkuat upaya pencegahan stunting dengan mendorong kader desa menjadi ujung tombak edukasi kepada masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kader dalam Komunikasi Perubahan Perilaku untuk Pencegahan Stunting yang digelar di Aula Kecamatan Sungai Babuat, Senin (27/7/2026).
Kepala DP3ADALDUKKB Kabupaten Murung Raya, Firman Prihatin, melalui Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Sholihatul Amaliah, S.E., M.IP., mengatakan pelatihan tersebut bertujuan membekali kader dengan pengetahuan dan keterampilan komunikasi agar mampu memberikan edukasi yang efektif mengenai pencegahan stunting.
Menurutnya, pendekatan penanganan stunting saat ini tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan dan pemenuhan gizi, tetapi juga pada perubahan perilaku masyarakat. Karena itu, kemampuan kader dalam menyampaikan informasi secara tepat dan mudah dipahami menjadi sangat penting. “Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi memperkuat kapasitas kader desa agar mampu menjadi agen perubahan dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting sejak dini,” ujarnya.
Sholihatul menjelaskan, keberhasilan percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada peran aktif kader yang berinteraksi langsung dengan keluarga di tingkat desa. Kader dinilai memiliki posisi strategis karena dapat memberikan pendampingan sekaligus mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan.
Ia menuturkan, materi yang diberikan tidak hanya berfokus pada pemahaman mengenai stunting, tetapi juga teknik komunikasi perubahan perilaku. Dengan demikian, para kader diharapkan mampu menyampaikan pesan secara persuasif, mudah dipahami, dan dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui komunikasi yang efektif, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin, pemberian ASI eksklusif, hingga pemantauan tumbuh kembang balita sebagai bagian dari upaya mencegah stunting,” jelasnya.
Sholihatul berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak di desa masing-masing dengan memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga yang masuk kategori berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki bayi dan balita.
Ia juga mengapresiasi dukungan PT Indo Muro Kencana (IMK) yang telah berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Murung Raya.
Melalui pelatihan tersebut, Pemkab Murung Raya optimistis kapasitas kader di tingkat desa semakin meningkat sehingga upaya edukasi dan perubahan perilaku masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Hal itu juga sekaligus diharapkan mendukung terwujudnya generasi Murung Raya yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. (Ed)
