BeritaLegislatifMurung Raya

Dina Maulidah: Lasqi Murung Raya GMI Jadi Ajang Penjaringan Bibit Unggul Seniman Religi

Puruk Cahu – ForumHukum.Id – Gebyar Musik Islami (GMI) 2026 yang digelar DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mendapat sambutan antusias masyarakat. Semula panitia menargetkan peserta 50 hingga 60 orang. Namun, jumlah pendaftar melonjak hingga sekitar 120 peserta. Tingginya partisipasi ini dinilai menjadi bukti bahwa seni Islami, khususnya qasidah dan nasyid, masih mendapat tempat di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Seni dan Budaya DPD Lasqi Nusantara Jaya Murung Raya, Dina Maulidah, yang mewakili Ketua DPD Lasqi Rahmanto Muhidin, mengatakan antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan seni Islami di Murung Raya. “Kami menargetkan peserta paling banyak 50 sampai 60 orang, ternyata peserta sampai 120 orang. Ini berarti ada kecintaan dan kerinduan masyarakat terhadap seni Islami, baik qasidah maupun nasyid,” ungkap Dina saat pembukaan GMI di Aula Kantor DAD Puruk Cahu, Selasa (8/9/2026).

Menurut Dina, GMI tidak hanya diikuti peserta asal Murung Raya, tetapi juga peserta dari sejumlah kabupaten tetangga. Hal ini menunjukkan semakin terbukanya ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan berprestasi melalui seni bernuansa Islami.

Dina menegaskan, Lasqi Murung Raya tidak ingin GMI berhenti sebatas perlombaan. Ajang tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembinaan untuk melahirkan seniman religi berbakat dan berprestasi.

Saat ini Lasqi Murung Raya telah membentuk kepengurusan di lima kecamatan dan menargetkan pembentukan 10 Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) baru. “Ini bagian dari upaya kita memperluas pembinaan seni budaya Islam hingga ke tingkat kecamatan dan akar rumput,” jelasnya.

Upaya tersebut dinilai penting untuk menemukan lebih banyak potensi generasi muda yang selama ini belum memiliki ruang untuk menunjukkan bakatnya.

Dina juga mengungkapkan Murung Raya memiliki rekam jejak prestasi cukup kuat dalam pengembangan seni Islami. Sejumlah seniman daerah bahkan telah menorehkan prestasi hingga tingkat nasional. Salah satunya Ruslina yang meraih Juara I Festival Seni Qasidah Indonesia Tingkat Nasional Tahun 2017 di Padang, Sumatera Barat.

“Selain itu, Nisa mendapat Juara III Pop Religi Anak-Anak Tingkat Nasional di Tangerang dan Helen Juara III Qasidah Remaja Putri Tingkat Nasional pada kegiatan serupa beberapa waktu lalu,” ungkap Dina.

Sementara di tingkat provinsi, Murung Raya berhasil meraih Juara Umum Kalimantan Tengah pada 2024, sebelum berada di peringkat kelima pada 2025.

Menurut Dina, sederet prestasi tersebut menjadi modal sekaligus motivasi untuk terus memperkuat pembinaan. Ia menegaskan, GMI memiliki makna lebih luas daripada sekadar kompetisi atau hiburan. “Gebyar Musik Islami bukan sekadar wadah hiburan estetika semata, melainkan instrumen dakwah yang efektif untuk memperkuat nilai spiritual serta menjaring bibit-bibit unggul penyanyi Islami berbakat di Kabupaten Murung Raya ini,” tegas Dina yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Murung Raya.

Dina berharap, GMI dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga membangun karakter generasi muda melalui seni dan nilai-nilai keagamaan.

Dari panggung GMI, Lasqi Murung Raya ingin memastikan bibit-bibit seniman religi tidak hanya ditemukan, tetapi juga dibina hingga mampu membawa nama Murung Raya ke tingkat provinsi maupun nasional. (Alb-FH)