
Bupati Heriyus: Seni, Budaya dan Agama Harus Jadi Benteng Generasi Muda Mura
Puruk Cahu – Forumhukum.Id – Derasnya arus budaya luar dan berbagai pengaruh negatif yang menyasar generasi muda menjadi perhatian Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E. Ia menegaskan, pelestarian seni budaya dan penguatan nilai keagamaan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Pesan tersebut disampaikan Heriyus saat membuka Gebyar Musik Islami yang digelar DPD Lembaga Seni Qasidah Indonesia (Lasqi) Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya di Aula Kantor Dewan Adat Dayak (DAD) Puruk Cahu, Selasa (8/9/2026).

Menurut Heriyus, kegiatan seni bernuansa keagamaan bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan karakter dan wadah generasi muda menyalurkan bakat serta kreativitas secara positif. “Kegiatan ini saya nilai sebagai salah satu bentuk kepedulian bersama dalam melestarikan seni budaya dan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” kata Heriyus.
Ia mengingatkan agar seni budaya dan nilai keagamaan sebagai identitas masyarakat tidak kehilangan tempat di tengah perubahan zaman. “Jangan sampai seni budaya dan keagamaan kita ini kalah dengan budaya-budaya luar. Mari kita sebagai orang tua membina anak-anak kita agar tidak larut dalam pergaulan bebas,” tegasnya.
Heriyus menilai keluarga memiliki peran penting dalam membentuk arah perkembangan generasi muda. Orang tua harus memberikan pendampingan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh lingkungan negatif.
Ia menyebut Murung Raya memiliki banyak potensi generasi muda yang telah menorehkan prestasi melalui berbagai ajang seni dan keagamaan hingga tingkat provinsi maupun nasional. “Beberapa di antaranya yang saya ketahui meliputi prestasi di bidang seni qasidah, MTQ, hingga mewakili Provinsi Kalimantan Tengah dalam berbagai ajang festival dan perlombaan tingkat nasional,” ungkapnya.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi motivasi memperkuat pembinaan. Pemerintah daerah, kata Heriyus, akan terus mendukung kegiatan positif yang memperkuat karakter, prestasi dan nilai-nilai keagamaan generasi muda.
Ia juga mendorong Lasqi Nusantara Jaya Murung Raya menjadikan Gebyar Musik Islami sebagai agenda berkelanjutan dengan pembinaan diperluas hingga desa, kelurahan dan kecamatan. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti di sini saja. Jadikanlah Gebyar Musik Islami Nusantara sebagai agenda yang terus berkembang untuk melahirkan generasi muda yang berprestasi, santun, dan bermoral,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Musik Islami, Wahyudi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja DPD Lasqi Murung Raya tahun 2026. Rangkaian kegiatan berlangsung 7–10 September 2026 dengan dua cabang lomba, yakni Bintang Vokalis Gambus/Qasidah dan Pop Religi Islami, yang diikuti total 119 peserta.
Untuk Bintang Vokalis Gambus/Qasidah, peserta terbagi dalam kategori anak-anak usia 7–12 tahun, remaja 13–25 tahun dan dewasa 25–40 tahun, baik putra maupun putri. Pembagian usia yang sama berlaku pada kategori Pop Religi Islami. Antusiasme peserta cukup tinggi. Jumlah pendaftar kategori Pop Religi anak-anak putri bahkan melampaui kuota sehingga panitia menerapkan sistem audisi untuk menjaring talenta terbaik.
Namun, Wahyudi mengakui minat peserta pada cabang Bintang Vokalis/Gambus masih perlu ditingkatkan. “Peminat cabang Bintang Vokalis/Gambus masih sedikit dibandingkan Pop Religi. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama untuk mendampingi dan menggali potensi bibit-bibit baru di tingkat kecamatan ke depannya,” ujarnya.
Menurut Wahyudi, kondisi tersebut menjadi evaluasi bagi Lasqi Murung Raya untuk memperluas pembinaan hingga tingkat kecamatan. Gebyar Musik Islami diharapkan tidak hanya menjadi panggung perlombaan, tetapi juga wadah pembinaan seni dan karakter generasi muda secara berkelanjutan.
Seni menjadi ruang ekspresi, budaya menjadi identitas, dan nilai keagamaan menjadi pijakan. Dari sinilah generasi muda Murung Raya diharapkan tumbuh kreatif, berprestasi, santun, sekaligus mampu menjaga jati diri dan masa depan daerah. (Alb-FH)
