Puskesmas Melati Pacu Capaian CKG Lewat Inovasi Jemput Bola ke Sekolah
Palangka Raya – Forum Hukum. id – Puskesmas Melati, Kabupaten Kapuas, mencatat capaian menggembirakan dalam pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Berkat inovasi layanan jemput bola ke sekolah-sekolah, cakupan CKG di wilayah kerja Puskesmas Melati kini telah melampaui 50 persen, jauh di atas rata-rata capaian Kabupaten Kapuas yang masih berada di kisaran 29 persen.
Keberhasilan tersebut dipaparkan Kepala Puskesmas Melati, Fansha Tio Anugrah, saat menghadiri Pertemuan Koordinasi dan Evaluasi Program Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah di Palangka Raya, pertengahan 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Kapuas diwakili oleh Kepala Puskesmas Melati bersama dua perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, yakni Ahmad Zayad dan Lies Heriyani Marianti Anggraini dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P). Forum ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan strategi antarpuskesmas dalam mempercepat pencapaian target program CKG di Kalimantan Tengah.
Fansha mengungkapkan, meski capaian CKG di wilayahnya tergolong tinggi, pelaksanaan program masih menghadapi sejumlah tantangan. Rendahnya minat masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan serta keterbatasan alat kesehatan menjadi kendala yang harus diatasi melalui berbagai terobosan.
Sebagai solusi, Puskesmas Melati menghadirkan inovasi layanan jemput bola dengan menyasar pelajar melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui pendekatan ini, pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MPLS di sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan di Kuala Kapuas, di antaranya SMA Negeri 2 Kuala Kapuas, SMK Negeri 1 Kuala Kapuas, SMK Negeri 2 Kuala Kapuas, dan SMK Negeri 3 Kuala Kapuas.
Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan melakukan berbagai pemeriksaan, mulai dari skrining status gizi, kesehatan mata dan telinga, hingga pemeriksaan kesehatan mental siswa. Langkah ini diharapkan mampu mendeteksi dini berbagai potensi masalah kesehatan sekaligus membangun budaya hidup sehat sejak usia sekolah.
“Dengan inovasi ini, kami optimistis target CKG dapat tercapai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan sebagai upaya pencegahan, bukan hanya ketika sudah sakit,” ujar Fansha.
Inovasi jemput bola yang diterapkan Puskesmas Melati menjadi salah satu contoh strategi pelayanan kesehatan yang lebih proaktif. Selain memperluas jangkauan layanan, pendekatan ini dinilai efektif meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis yang menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyakit.(Tatang Fh)


