BeritaKapuas

Bapenda Kapuas Peraih Ranking Pertama Dari 14 Kabupaten/Kota Se – Kalteng

Forum Hukum. id – Palangka Raya, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kapuas bersama Bapenda Provinsi Kalimantan Tengah di Kuala-Kapuas (UPT-PPD Samsat Kapuas) sapu bersih penghargaan rangking pertama pertumbuhan tertinggi penerimaan 4 jenis pajak.

Yaitu rangking pertama pertumbuhan tertinggi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), pertumbuhan tertinggi penerimaan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), pertumbuhan tertinggi penerimaan Opsen PKB dan pertumbuhan tertinggi penerimaan Opsen BBNKB Triwulan I Tahun 2026 berbanding Triwulan I Tahun 2025.

Rangking pertama itu diraih dengan menyisihkan seluruh Bapenda di 14 Kabupaten/Kota lainnya se-Kalimantan Tengah. ‎”Kabupaten Kapuas jadi bintang hari ini dengan menyabet 4 rekor sekaligus. Hebat. Ini adalah hasil kolaborasi dan sinergi yang baik antara Bapenda Kapuas dan UPT-PPD Samsat Kapuas,”ujar Robert Coven, S.STP, MAP., Kepala Bidang Pajak Bapenda Kalimantan Tengah dalam acara Rapat Rekonsiliasi PKB, BBNKB, Opsen PKB, Opsen BBNKB dan Opsen MBLB Triwulan I Tahun 2026 di Aula Besar Bapenda Kalimantan Tengah, Jalan RTA Milono, Palangkaraya, Senin (18/5).

‎Robert menambahkan, Bapenda Kapuas mencatat pertumbuhan penerimaan PKB tertinggi sebesar 18,83%, mencetak pertumbuhan penerimaan tertinggi Opsen PKB sebesar 21%, mencatat penerimaan tertinggi Opsen BBNKB sebesar 52% dan mencetak pertumbuhan penerimaan BBNKB tertinggi sebesar 93,75%. “BBNKB ini dari kendaraan baru. Berarti di Kapuas banyak orang beli mobil baru,”jelas Robert.

‎Kepala Bapenda Kapuas, Yaya, S.P., menyambut baik prestasi ini. “Semoga prestasi ini bisa terus ditingkatkan dan target tahunan tercapai. Big goal-nya adalah peningkatan kontribusi PAD terhadap APBD serta kemandirian fiskal daerah bisa tercapai,”ucap Yaya yang dalam kesempatan tersebut didampingi Kepala Bidang Pengkajian dan Pengendalian Muhammad Abidin, SE, M.A., Kepala Bidang Pelayanan Pajak dan Retribusi Daerah Ofra Yekamia, A.Md, Kepala Subbidang Pendataan, Penilaian dan Penetapan Pajak dan Retribusi Daerah, Badriah, S.Sos dan Analis Keuangan Pusat Daerah Zulianto, SE beserta jajaran Bapenda Kapuas.

‎Kepala UPT-PPD Bapenda Kalteng di Kapuas (UPT Samsat Kapuas) Mira Diyanty, SE, MM., mengatakan bahwa pertumbuhan tertinggi ini dipicu salah satunya oleh kegiatan Pempator (Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor) yang diikuti kegiatan Hayak Bahayau (program inovasi penagihan tunggakan pajak ke rumah-rumah) serta kegiatan pendataan dan rekonsiliasi pembayaran PKB ke seluruh SKPD dan Instansi Vertikal di Kabupaten Kapuas.

“Kegiatan ini merupakan sinergi Bapenda Kapuas dan UPT-PPD Samsat Kapuas yang dibiayai dana cost sharing opsen,”ujar Mira. Dana cost sharing opsen adalah skema pendanaan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam membiayai operasional pemungutan PKB, BBNKB, MBLB beserta Opsen PKB, Opsen BBNKB dan Opsen MBLB.

‎Sementara itu, Kepala Bapenda Provinsi, Anang Dirjo,S.P., M.M., dalam sambutannya mengatakan bahwa Bapenda harus mengoptimalkan PAD sebagai satu-satunya pendapatan daerah yang bisa diandalkan saat ini agar supaya TPP pegawai tidak dipotong bahkan dihilangkan. “Karena tidak mungkin lagi kita minta ke pusat,”tegasnya.(Tatang Fh)