
Kabut Asap Tak Surutkan Semangat Pramuka Kapuas, Hari Pramuka ke-65 Diwarnai Penghargaan dan Sarasehan
KUALA KAPUAS, Forum Hukum. id – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tak menyurutkan semangat Gerakan Pramuka di Kabupaten Kapuas untuk memperingati Hari Pramuka ke-65 tahun 2026.
Peringatan yang digelar Selasa (22/9) di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas itu berlangsung dalam suasana penuh makna. Kegiatan ditandai dengan penyematan Lencana Pancawarsa kepada para pelatih dan pembina Pramuka, serta penyerahan Tanda Ikut Serta Kegiatan (Tiska) Jambore Nasional XII kepada anggota Pramuka Kwarcab Kapuas.
Bupati Kapuas H. M. Wiyatno selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Kapuas turut hadir dalam kegiatan tersebut. Pada kesempatan yang sama, kegiatan juga dihadiri Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Budi Kurniawan, sekaligus membuka kegiatan sarasehan bertema “Peran Pramuka dalam Menciptakan Sekolah Ramah Anak dan Inklusif.”
Dalam sambutannya, Budi Kurniawan menyampaikan bahwa perjalanan Gerakan Pramuka selama 65 tahun telah menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter dan pembentukan generasi muda Indonesia.
“Momentum peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 bukanlah waktu yang singkat. Selama perjalanan panjang tersebut, para pelatih, pembina Pramuka dan anggota Pramuka telah menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karakter dan pembentukan generasi muda Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan Pramuka di lingkungan sekolah maupun masyarakat telah memberikan kontribusi nyata, termasuk melalui berbagai kegiatan kemanusiaan dan pembangunan di pelosok daerah.
Ia berharap momentum sarasehan tersebut semakin memperkuat semangat seluruh anggota Pramuka dalam mengamalkan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas, H. Suwarno Muriyat, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan Hari Pramuka tahun ini dilaksanakan secara indoor dengan mempertimbangkan kondisi kabut asap akibat karhutla.
“Peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 dilaksanakan dalam bentuk sarasehan dan penyematan penghargaan di dalam ruangan karena kabut asap sebagai dampak dari karhutla,” jelasnya.
Ia kemudian memohon kesediaan Bupati Kapuas selaku Kamabicab untuk menyematkan Lencana Pancawarsa kepada para pelatih dan pembina Pramuka sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam kurun waktu tertentu. Selain itu, diberikan pula Tiska kepada peserta Jambore Nasional XII.
“Penghargaan ini bukan sekadar tanda jasa, tetapi menjadi pengingat bahwa Gerakan Pramuka dibangun melalui pengabdian, keteladanan dan kerja bersama,” katanya.
Tak hanya seremoni penghargaan, peringatan Hari Pramuka ke-65 juga diisi dengan sarasehan yang diikuti sekitar 150 peserta. Mereka terdiri dari andalan cabang, pelatih, pembina, ketua kwartir ranting, serta anggota Pramuka golongan penggalang, penegak dan pandega se-Kwarcab Kapuas.
Sarasehan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat peran Pramuka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah anak, sekaligus mampu mengakomodasi keberagaman dan kebutuhan seluruh peserta didik.
Rangkaian kegiatan semakin semarak dengan penampilan Sanggar Tari Maajar Tabela Gugusdepan Tambun Bungai SMA Negeri 2 Kuala Kapuas yang mengawali kegiatan.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah Kapuas, peringatan Hari Pramuka ke-65 menjadi penegasan bahwa semangat pengabdian, pendidikan karakter dan kepedulian sosial tetap menyala. Pramuka Kapuas terus bergerak, mengabdi dan menyiapkan generasi muda yang berkarakter serta peduli terhadap sesama.(Tatang FH)
