Murung RayaPuruk Cahu

Tertibkan Antrian Kendaraan Roda 4 Pelansir BBM SPBU Puruk Cahu, Jangan Sampai Mengganggu Ketertiban Umum Arus Lalulintas !!

Kadishub Mura Ferdinand Wijaya, S.Pt.,M.AP “ Kami Akan Rapatkan Dengan Pihak Terkait “

H. Barlin., SE Anggota Komisi II Legislatif Mura “ Mohon Tertibkan Juga Parkir Liar Depan Pagar Luar Mesjid Agung “

Forumhukum. Id – Puruk Cahu – Warga masyarakat pengguna akses jalan lalulintas AIS. Nasution – Jenderal Soedirman telah lama diresahkan, akibat dari olah para oknum pelansir BBM jenis Pertalite/ Pertamax pada SPBBU yang berdomisili di Jalan Jenderal Soedirman – Kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya, Propinsi Kalimantan Tengah, yang seringkali membuat olah hingga mengganggu ketertiban umum lalulintas.

Berdasarkan pantauan media ini, Sabtu, 5/4 tampak dipagi hari saat mulai jam operasional SPBBU sederetan kendaraan roda 4 dari milik dari para oknum pelansir BBM Pertalite/Pertamax dengan sengaja dan se,enak- enaknya memarkirkan kendaraanya menunggu antrian hingga sampai mengganggu arus lalulintas bagi pengguna jalan dari arah Nasution ke Soedirman.

Oplus_131072

Tampak para warga masyarakat pengguna jalan lalulintas umum cukup direpotkan oleh keadaan jalan yang semakin menyempit akibat adanya parkiran kendaraan roda 4 milik oknum pelansir dengan posisi arah parkir terbalik atau berlawanan arah.

Dalam situasi tersebut, sempat terdengar gerutu warga masyarakat yang sedang berlalulintas oleh dikarenakan kondisi jalan yang terhalang oleh antrian kendaraan dari oknum pelansir BBM Pertalite maupun Pertamax yg hingga menutup rute arah keluar dari Nasution – Soedirman.

“Kenapa koc parkir sembarangan seperti ini, menyusahkan orang mau lewat saja “ Gerutu seorang ibu pengendara roda 2 yang akan melintas keluar dari Nasution menuju Soedirman.

Fenomena demikian bukan saja baru ini terjadi, namun telah berlangsung lama olah para oknum pelansir BBM Pertalite/ Pertamax, khususnya roda 4 yang semau – maunya memarkirkan antrian armadanya dengan tanpa menghiraukan adanya kepentingan umum bagi orang.

Bahkan tak jarang akibat olah oknum pelansir BBM Pertalite/ Pertamax tersebut, sehingga membuat pengguna jalan ( warga masyarakat ) yang berlalulintas, terpaksa memilih jalan sebelah, yang justru itu sangat rawan, sebab berlawanan arah untuk keluar dari arah Nasution ke Soedirman.

Sebenarnya kondisi olah para oknum pelansir BBM ini, seringkali mendapatkan teguran bahkan penertiban melalui Satuan Lantas dan Sabara Polres Murung Raya yang hingga turun kelokasi. Namun hanya sesaat saja dipatuhi dan, tak lama kemudian berulah lagi, dengan sengaja dan seenak enaknya memarkirkan antrian kendaraan hingga mengganggu arus lalulintas umum jalan raya.

Hal ini tampaknya mungkin dikarenakan oleh belum adanya pemberian Treatment berupa ketegasan sebagai efek jera seperti pemeriksaan kelengkapan surat surat kendaraan yang secara kasat mata saja notabenenya kendaraan tersebut rata rata keluaran dibawah tahun 2000 an diduga sudah pada daluarsa.

Sementara itu hal lainya, seperti deretan antrian armada roda 4 BBM pertamax yang juga memarkirkan kendaraan tepat di persimpangan jalan Soedirman – Nasution . Hal ini jelas – jelas mempengaruhi atau menutup pandangan bagi pengguna jalan roda 2 maupun roda 4, terutama yang akan melintas keluar menyebrang dari arah Nasution ke Soedirman atau sebaliknya.

Seperti komentarkan seorang warga Nasution yang sehari harinya bepergian terutama dijam jam pagi hari, seperti untuk keperluan mengantar anak nya sekolah, dimana dirinya merasa was was dengan keadaan jalan yang menutup pandanganya.

“ Iya benar saja itu, saya juga seringkali merasa was was saat melintas di jalan itu ( Nasution – Soedirman ) dikagetkan oleh kendaraan lain yang melintas deoan saya, sebab pandangan saya terhalang oleh antrian kendaraan di sepanjang simpang jalan itu ( Soedirman – Nasution ) “ Ujar anggota warga masyarakat Nasution ini .

Masih dari pantauan media ini, beda halnya dengan para pengisi BBM lainya, salah satunya dari kelompok armada Truck, mereka ini lebih memilih mengantri dengan benar dan tertib, meskipun deretanya memanjang, namun keadaanya tidak mempengaruhi fungsi arus jalan lalulintas atau setidaknya tidak mengganggu arus lalu lintas secara signifikan.

Sehubungan dengan keadaan akses lalulintas, Nasution – Soedirman tersebut, Kepala Dinas Perbubungan Kabupaten Murung Raya Ferdinand Wijaya, S.Pt.,M.AP menegaskan akan segera melakukan pembentukan rapat koordinasi dengan pihak terkait guna membahas persoalan antrian pelansir BBM diarea SPBBU yang hingga menggangu arus lalulintas umum.

“Setelah masuk kerja dihari selasa ini, kami rapatkan dengan pihak- pihak terkait, Kasatlantas, Satpol – PP dan Dishub “ Tegas Ferdinand Wijaya via pesan singkat Whatsappnya, Sabtu 5/4 .

Sementara seorang anggota DPRD Mura dari Praksi PKS H.Barlin., S.E ketika dimintai pandangannya sehubungan olah para oknum Pelansir BBM Pertalite / Pertamax di area SPBBU Puruk Cahu yang kerap meresahkan warga pengguna jalan lainya.

“Semestinya mereka ( Oknum Pelansir ) itu harus memahami bila memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan, meskipun dalam rangka untuk mengisi BBM. Namun hendaknya jangan sampai dapat mengganggu fungsi jalan itu sendiri, kan masih banyak masyarakat yang juga sama sama menggunakan akses jalan itu “ Kata Barlin mengungkapkan sudut pandangnya.

Lanjut Barlin “ Pasalnya, salah satu permasalahan yang ditimbulkan ialah terjadinya kemacetan lalu lintas karena sebagian lahan badan jalan digunakan sebagai tempat parkir, itu pun hingga sampai menutup akses jalan, dan tak jarang kejadian ini membuat pengguna jalan lain terganggu, kecuali bila memang dalam keadaan yang mamaksa, seperti adanya kerusakan pada kendaraan “ Tegas Barlin.

Ia berharap agar pihak Pemerintah Daerah( Pemda Mura ) melalaui dinas dan pihak terkait lainya untuk mencarikan solusi yang baik dan adil, agar kedepanya ini nanti tidak ada lagi antrian BBM yang hingga sampai mengganggu ketertiban arus lalu lintas.

“Saya sudah seringkali mendengar keluhan warga masyarakat soal antrian pelansir yang hingga sampai mengganggu arus lalulintas ini” Ungkapnya

“Oleh karena itu, Saya berharap agar kiranya Pemerintah Daerah ( Mura -red ) melalui dinas Perhubungan dan pihak terkait lainya, agar dapat mencarikan solusi yang baik dan adil, demi agar terciptanya ketertiban, keamanana dan kenyamanan baik bagi mereka Pelansir, maupun bagi semua warga masyarakat pengguna lalulintas jalan umum “ Ujar Barlin.

Disisi lain Barlin akui, dirinya merasa cukup sangat prihatin meliat jejeran kendaraan milik para pelansir yang sehari harinya diparkir bermalam didepan luar pagar Mesjid Agung yang notabenenya salah satu ikon kebanggan masyarakat di kota puruk cahu – kabupaten murung raya umumnya.

“Itu juga kendaraan roda 2 dan roda 4 yang parkir bermalam di bahu jalan depan pagar luar bangunan mesjid agung, juga semestinya ditertibkan sebab area bahu jalan ditempat itu apakah memang diperuntukan untuk parkir atau bukan, jika bukan, sebaiknya itu ditertibkan sebab selain tidak elok dipandang mata, juga sama saja itu dengan parkir liar “ Tutup Barlin Politisi PKS ( Alb-FH )