BeritaEksekutifMurung Raya

Kekayaan Budaya Murung Raya Jadi Identitas dan Kekuatan Daerah

Puruk Cahu – Bupati Murung Raya, Heriyus, menegaskan kekayaan budaya yang dimiliki daerah merupakan bagian penting dari identitas sekaligus kekuatan Murung Raya dalam menghadapi perkembangan zaman.

Menurut Heriyus, berbagai kekayaan budaya Murung Raya, mulai dari seni tari, musik tradisional hingga ritual dan adat istiadat, bukan sekadar peninggalan leluhur yang harus dipertahankan. Lebih dari itu, budaya menjadi jati diri masyarakat yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pemerintah Kabupaten Murung Raya berkomitmen untuk terus berpartisipasi dalam setiap agenda pelestarian budaya. Tujuan kita bukan hanya mengejar prestasi, tetapi menunjukkan semangat juang, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya Dayak Murung Raya,” ujar Heriyus, Selasa (4/8/2026).

Ia menilai, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah, tokoh adat, pelaku seni, komunitas budaya hingga generasi muda memiliki peran penting dalam memastikan adat dan budaya lokal tetap hidup di tengah masyarakat.

Heriyus secara khusus mengajak generasi muda untuk lebih mengenal, mencintai dan melestarikan budaya daerah. Menurutnya, generasi muda merupakan penerus yang akan menentukan keberlangsungan budaya Murung Raya pada masa mendatang.

“Marilah kita bersama-sama melestarikan dan menjaga adat budaya kita. Jangan sampai budaya kita tergerus oleh budaya luar,” tegasnya.

Menurutnya, derasnya arus modernisasi dan perkembangan teknologi tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya. Kemajuan zaman justru harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Murung Raya secara lebih luas.

Ia berharap berbagai kegiatan seni dan budaya dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.

Heriyus menegaskan, pemerintah daerah akan terus mendukung berbagai upaya pelestarian budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan ekonomi, tetapi juga mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal. “Budaya adalah bagian dari jati diri kita. Karena itu, mari kita jaga dan lestarikan bersama agar tetap hidup dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang,” pungkasnya. (Ed)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *