BeritaEksekutifMurung Raya

Karnaval Budaya, Simbol Persatuan yang Merajut Keberagaman Masyarakat 

Puruk Cahu – Forumhukum.id, Pelaksanaan Karnaval Budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Murung Raya ke-24 pada 1 Agustus 2026 berlangsung semarak dan penuh kemeriahan. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 59 peserta yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, pelajar, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Murung Raya. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Karnaval Budaya di Kabupaten Murung Raya tidak hanya dimaknai sebagai pertunjukan seni maupun perayaan tahunan semata. Secara filosofis, kegiatan ini memiliki makna yang lebih mendalam sebagai ruang bagi masyarakat untuk merawat identitas budaya, memperkuat persatuan, serta mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus. 

Bupati Murung Raya, Heriyus, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Murung Raya, Putu Suranta, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap tampil energik dan penuh semangat meskipun harus mengikuti kegiatan di bawah teriknya matahari. 

“Saya sangat mengapresiasi seluruh peserta Karnavmotif, seni, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas budaya kitaal Budaya. Meskipun cuaca begitu terik, hal tersebut tidak mengurangi semangat dan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan ini,” ujar Heriyus. 

Menurut Heriyus, Karnaval Budaya bukan sekadar arak-arakan kostum dan tarian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan perjalanan nilai yang menghubungkan masa lalu, menghidupkan masa kini, dan menuntun masa depan. Di setiap langkah para peserta tersimpan pesan bahwa perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh, melainkan kekuatan yang mampu mempererat persaudaraan dalam bingkai persatuan. 

“Melalui Karnaval Budaya ini, kita ingin menegaskan bahwa keberagaman bukanlah pemisah. Justru dari perbedaan itulah lahir semangat untuk saling menguatkan, saling menghargai, dan menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk,” ungkap Heriyus. 

Heriyus juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, jati diri, dan identitas masyarakat Dayak Kalimantan. 

“Kita sebagai masyarakat Dayak Kalimantan memiliki tanggung jawab moral untuk melestarikan seluruh kekayaan budaya yang diwariskan oleh para leluhur secara turun-temurun. Warisan budaya tersebut bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan jati diri dan kebanggaan yang harus kita junjung tinggi bersama. 

Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga, merawat, dan memperkenalkan budaya Dayak kepada generasi penerus, termasuk berbagai ornamen, . Dengan melestarikan budaya, sesungguhnya kita sedang menjaga akar identitas sekaligus memperkuat persatuan dalam keberagaman,” tegas Heriyus. 

Karnaval Budaya menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Murung Raya. Selain menampilkan ragam seni, adat istiadat, dan kearifan lokal, kegiatan ini juga menjadi wadah mempererat kebersamaan antarelemen masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada generasi muda. 

Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, Karnaval Budaya menjadi pengingat bahwa kemajuan tidak harus menghapus akar budaya. Sebaliknya, budaya merupakan fondasi yang memperkokoh identitas suatu daerah sekaligus kekuatan yang mempersatukan masyarakat. 

Semangat kebersamaan yang tercermin dalam setiap tarian, busana adat, musik tradisional, hingga ragam ornamen khas Dayak menjadi representasi nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, seperti persatuan, toleransi, gotong royong, dan saling menghormati dalam keberagaman. 

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan falsafah Huma Betang yang telah lama menjadi pedoman hidup masyarakat Dayak, yakni hidup berdampingan dalam perbedaan dengan mengedepankan rasa kekeluargaan, persaudaraan, dan kebersamaan.  

Melalui semangat itu, Karnaval Budaya bukan hanya menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan membanggakan warisan budaya sebagai identitas daerah serta modal sosial dalam mewujudkan Murung Raya yang maju, harmonis, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya leluhur. (Alb-fh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *