Heriyus Tekankan Nilai Kasih dan Persatuan pada Momentum Paskah 2026
FORUMHHUKUM.ID, Puruk Cahu – Bupati Murung Raya (Mura), Heriyus menghadiri peringatan Jumat Agung, Paskah, sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-187 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang digelar di Gereja Hosana Puruk Cahu, Jumat (10/4/2026).
Dalam sambutannya, Heriyus mengajak seluruh jemaat memaknai momentum suci tersebut sebagai ajakan untuk memperbarui kemanusiaan serta memperkuat nilai kasih dan persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengutip tema Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) tahun 2026, yakni “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”. Menurutnya, kebangkitan Kristus harus menjadi dorongan untuk melakukan perubahan nyata dengan meninggalkan hal-hal yang merusak serta memperkuat kasih terhadap sesama.
“Momentum Paskah hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menebarkan kasih, menjaga persatuan, dan membangun kebersamaan di tengah keberagaman,” ujar Heriyus.
Bupati juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-187 kepada GKE. Ia mengenang perjalanan panjang GKE yang dimulai dari pekabaran Injil para misionaris sejak tahun 1835 di Tanah Kalimantan.
Menurutnya, GKE telah berkembang menjadi gereja besar yang memberi kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk di Murung Raya. Kehadiran GKE dinilai telah berperan dalam mendidik generasi muda, merawat orang sakit, serta menanamkan nilai kasih di tengah masyarakat Dayak dan seluruh warga.
Heriyus turut mengapresiasi Jemaat GKE Hosana Puruk Cahu atas dedikasi dan pelayanan yang terus dilakukan tanpa kenal lelah. Apresiasi juga disampaikan kepada panitia pelaksana yang telah menyiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, mulai dari kebaktian, perlombaan hingga aksi sosial.
Mengakhiri sambutannya, Heriyus berpesan agar semangat kebangkitan Kristus tidak hanya dimaknai dalam ibadah, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. “Biarlah kuasa kebangkitan itu tidak hanya di mimbar dan liturgi gereja, tetapi hadir dalam rumah tangga, tempat kerja, hingga setiap sudut kehidupan. Jika Kristus telah membarui hidup kita, maka mari kita saling mengasihi tanpa sekat dalam kehidupan bermasyarakat,” pesannya. (Ed)
