Apresiasi Duta Genre Kabupaten Murung Raya, Ini Harapan Bupati
FORUMHUKUM.ID, Puruk Cahu– Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3ADaldukKB) Murung Raya Murung Raya melaksanakan Apresiasi Duta Genre Kabupaten Murung Raya Tahun 2025, Senin (4/08/2025).
Dalam kesempatan itu, bupati Mura Heriyus mengingatkan bahwa saat ini kita berada di era digitalisasi di mana semua informasi sangat mudah diakses melalui berbagai media sosial.
Dia berharap agar semua bijak dalam menggunakan media sosial, manfaatkan media sosial untuk membuat konten yang positif dan bermanfaat sehingga menjadi inspirasi untuk orang lain. “Sebaliknya, hindari konten yang bisa membawa dampak negatif, menciptakan ujaran kebencian, kontroversi, dan menyebabkan perpecahan, apalagi sampai berdampak pada urusan ke pihak berwajib, ” Imbuhnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara Dinas P3A DALDUK KB, narasumber, dan peserta kegiatan ini. Semoga apa yang kita laksanakan memberi manfaat yang baik.
Plt Kepala DP3ADaldukKB Mura Linda Kristiane Perdie,menyampaikan, bahwa pada tahun 2024 Jumlah penduduk usia remaja di Indonesia diperkirakan mencapai 64,22 juta jiwa, yang setara dengan 1/5 dari total populasi Indonesia. Pada saat ini Kita sudah memasuki masa masa Bonus Demografi , dimana penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih besar dibandingkan kelompok usia muda dan lanjut usia.
Indonesia telah diperkirakan mengalami bonus demografi pada tahun 2020 – 2030 dengan puncak pada tahun 2030 -2035. Sehingga program pembinaan remaja menjadi sangat strategis dalam menyiapkan Kesehatan fisik dan mental remaja menjadi lebih baik .
Dijelaskan, bahwa Generasi Berencana adalah program yang dikembangkan oleh BKKBN untuk mempersiapkan remaja dan pemuda dalam merencakan kehidupan berkeluarga, termasuk Pendidikan, karir, pernikahan dengan mempertimbangkan siklus Kesehatan reproduksi. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku positif remaja serta mendorong penundaan usia perkawinan,” kata Lynda. (Ed)