BeritaEksekutifMurung Raya

Bupati Heriyus: “Mari Bersama Kita Sukseskan Sensus Ekonomi 2026”

Puruk Cahu, Forumhukum.Id –Bupati Murung Raya, Heriyus, S.E., menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda strategis nasional yang krusial dalam menyediakan data dasar perekonomian Indonesia yang akurat, mutakhir, dan komprehensif.

Menurut Heriyus, Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengumpulkan data lengkap mengenai seluruh aktivitas ekonomi di suatu negara.
“Sensus Ekonomi ini bukan sekadar kegiatan pendataan biasa, tetapi menjadi dasar utama dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah,” ujar Heriyus.

Ia menjelaskan, melalui sensus tersebut, pemerintah dapat memetakan kondisi perekonomian secara menyeluruh, termasuk mengetahui jumlah, jenis, serta sebaran usaha di berbagai sektor. Adapun sektor pertanian tidak termasuk dalam Sensus Ekonomi karena memiliki sensus tersendiri.

Lebih lanjut, Heriyus menegaskan bahwa data yang dihasilkan nantinya akan menjadi acuan resmi bagi pemerintah maupun pelaku usaha dalam merancang kebijakan ekonomi, seperti penyaluran bantuan, peningkatan investasi, hingga penciptaan lapangan kerja.

“Hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi pondasi utama dalam perumusan kebijakan, perencanaan pembangunan, serta evaluasi program di berbagai sektor,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pelaksanaan sensus ini memiliki peran penting sebagai alat evaluasi terhadap perkembangan ekonomi dari waktu ke waktu.

“Melalui Sensus Ekonomi, kita dapat membandingkan dengan sensus sebelumnya untuk melihat apakah terjadi pertumbuhan atau penurunan pada sektor-sektor tertentu,” jelasnya.

Heriyus menambahkan bahwa pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Juni 2026 oleh Badan Pusat Statistik.

Ia pun mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pelaku usaha untuk turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.

“Dengan data yang valid dan terpercaya, kita dapat merancang kebijakan yang tepat sasaran demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(Alb-fh)