BeritaEksekutifMurung Raya

Kabar Baik, Pemkab Mura Sabet UHC Awards Kategori Utama 2026

FORUMHUKUM.ID, Puruk Cahu – Kabar baik datang dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Murung Raya (Mura). Komitmen kuat pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat kembali berbuah manis dengan diraihnya Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Kategori Utama pada ajang UHC Awards 2026, Selasa (27/1/2026).

Penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Murung Raya, Heriyus, yang diwakili Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Murung Raya, Sarwo Mintarjo, dalam acara yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Murung Raya menjadi salah satu daerah yang masuk dalam Kategori Utama, kategori tertinggi dalam penghargaan UHC tingkat nasional.

Prestasi ini semakin istimewa karena Pemkab Murung Raya berhasil mempertahankan capaian UHC Awards Kategori Utama untuk keempat kalinya secara berturut-turut, yakni pada tahun 2018, 2023, 2024, dan kembali pada 2026, berdasarkan hasil penilaian kepesertaan JKN tahun 2025.

Pj Sekda Murung Raya, Sarwo Mintarjo, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah di bawah kepemimpinan Bupati Heriyus dan Wakil Bupati Rahmanto Muhidin yang sejak awal berkomitmen mendukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui sinergi bersama BPJS Kesehatan.

“Meskipun anggaran daerah secara makro mengalami pengurangan, Pemerintah Kabupaten Murung Raya tetap berkomitmen agar masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan dengan mudah, sejalan dengan motto Tira Tangka Balang dan semangat Mura Hebat,” ujar Sarwo Mintarjo.

Saat ini, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Murung Raya telah mencapai 100 persen dari total penduduk 125.870 jiwa, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 97,61 persen. Capaian tersebut menjadikan Murung Raya sebagai salah satu daerah dengan kontribusi terbaik di Kalimantan Tengah dalam mendukung target nasional UHC.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, mengungkapkan bahwa hingga 31 Desember 2025, kepesertaan JKN secara nasional telah mencapai 282,7 juta jiwa atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia, dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 81,45 persen, melampaui target nasional RPJMN 2025–2029. (Ed)