
Gubernur Kalteng Salurkan Ribuan Bantuan ke Warga Kapuas, Kapolres Tegaskan Sinergi Cegah Karhutla
Kuala Kapuas, Forum Hukum. id – Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terlihat di Kabupaten Kapuas. Gubernur Kalimantan Tengah bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan, Sabtu (26/9/2026), dengan membawa bantuan sosial sekaligus memperkuat upaya penanganan karhutla. Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., turut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut.
Kunjungan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dari Kecamatan Kapuas Timur, kemudian berlanjut ke Kecamatan Pulau Petak, Selat dan Basarang. Di Kapuas Timur, pemerintah menyalurkan 1.000 paket sembako gratis berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram dan minyak goreng 2 liter, serta bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter. Bantuan kembali diberikan di Pulau Petak berupa 500 paket sembako dan 4.000 liter air bersih.
Di Kecamatan Selat, bantuan dikemas melalui program sembako tebus murah sebanyak 3.000 paket dengan harga Rp10.000 per paket. Program tersebut menyasar masyarakat umum, P3K paruh waktu, petugas kebersihan, tenaga outsourcing dan PJLP. Selain itu, penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) memperoleh bantuan tunai Rp250.000 per orang, dengan penerima dari Selat 360 orang, Kapuas Hilir 185 orang, Basarang 158 orang dan Pulau Petak 1.185 orang.
Tak hanya sembako, pemerintah juga menyediakan 500 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi bagi pelaku UMKM Kabupaten Kapuas dengan harga Rp22.000 per tabung. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas turut membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kecamatan Basarang. Sebanyak 500 paket sembako kembali disalurkan, masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter, ditambah bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.
Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menegaskan, keterlibatan jajaran kepolisian merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kunjungan dan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Polres Kapuas siap mendukung setiap langkah pemerintah dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak karhutla,” ujarnya.
Di tengah perhatian terhadap karhutla, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, dampak karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. “Polri bersama pemerintah daerah, TNI dan seluruh unsur terkait akan terus bersinergi dalam penanganan karhutla. Namun, pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat turut berperan aktif,” tegasnya.
Kunjungan kerja Gubernur Kalteng di Kabupaten Kapuas berakhir sekitar pukul 15.30 WIB sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan aparat dalam memastikan masyarakat, khususnya yang terdampak karhutla, memperoleh bantuan sosial, akses kesehatan dan perlindungan secara optimal.(Tatang FH)
Kapuas, Forum Hukum. id – Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terlihat di Kabupaten Kapuas. Gubernur Kalimantan Tengah bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah kecamatan, Sabtu (26/9/2026), dengan membawa bantuan sosial sekaligus memperkuat upaya penanganan karhutla. Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., CBA., turut mendampingi rangkaian kegiatan tersebut.
Kunjungan dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dari Kecamatan Kapuas Timur, kemudian berlanjut ke Kecamatan Pulau Petak, Selat dan Basarang. Di Kapuas Timur, pemerintah menyalurkan 1.000 paket sembako gratis berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram dan minyak goreng 2 liter, serta bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter. Bantuan kembali diberikan di Pulau Petak berupa 500 paket sembako dan 4.000 liter air bersih.
Di Kecamatan Selat, bantuan dikemas melalui program sembako tebus murah sebanyak 3.000 paket dengan harga Rp10.000 per paket. Program tersebut menyasar masyarakat umum, P3K paruh waktu, petugas kebersihan, tenaga outsourcing dan PJLP. Selain itu, penerima Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) memperoleh bantuan tunai Rp250.000 per orang, dengan penerima dari Selat 360 orang, Kapuas Hilir 185 orang, Basarang 158 orang dan Pulau Petak 1.185 orang.
Tak hanya sembako, pemerintah juga menyediakan 500 tabung LPG 3 kilogram bersubsidi bagi pelaku UMKM Kabupaten Kapuas dengan harga Rp22.000 per tabung. Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas turut membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Kecamatan Basarang. Sebanyak 500 paket sembako kembali disalurkan, masing-masing berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram dan minyak goreng 1 liter, ditambah bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.
Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari menegaskan, keterlibatan jajaran kepolisian merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kunjungan dan penyaluran bantuan berjalan aman, tertib dan tepat sasaran. “Polres Kapuas siap mendukung setiap langkah pemerintah dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak karhutla,” ujarnya.
Di tengah perhatian terhadap karhutla, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, dampak karhutla bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan dan mengganggu aktivitas masyarakat. “Polri bersama pemerintah daerah, TNI dan seluruh unsur terkait akan terus bersinergi dalam penanganan karhutla. Namun, pencegahan akan jauh lebih efektif apabila masyarakat turut berperan aktif,” tegasnya.
Kunjungan kerja Gubernur Kalteng di Kabupaten Kapuas berakhir sekitar pukul 15.30 WIB sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Pulang Pisau. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sinergi pemerintah dan aparat dalam memastikan masyarakat, khususnya yang terdampak karhutla, memperoleh bantuan sosial, akses kesehatan dan perlindungan secara optimal.(Tatang FH)
