BeritaEksekutifMurung Raya

Bupati Heriyus: Pramuka Bukan Sekadar Organisasi, tetapi Ruang Pembentukan Karakter Generasi

Puruk Cahu, Forumhukum.Id -Gerakan Pramuka Kabupaten Murung Raya didorong untuk terus memperkuat eksistensinya sebagai wadah pendidikan nonformal dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Peran tersebut dinilai semakin penting dalam mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Bupati Murung Raya, Heriyus, dalam momentum pelantikan Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Murung Raya masa bakti 2025–2030, Selasa (22/9/2026).

Menurut Heriyus, Pramuka tidak semata-mata berbicara mengenai kegiatan organisasi, perkemahan maupun keterampilan, tetapi merupakan proses pendidikan yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, gotong royong dan pengabdian.

“Eksistensi Pramuka sesungguhnya bukan hanya terletak pada organisasinya, tetapi pada nilai-nilai yang diwariskan kepada generasi muda. Pramuka adalah ruang untuk belajar menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” ungkap Heriyus.

Ia mengatakan, kecerdasan intelektual saja belum cukup untuk menghadapi perubahan zaman. Generasi muda juga membutuhkan karakter dan jati diri yang kuat agar mampu menggunakan pengetahuan dan keterampilannya secara bertanggung jawab.

“Generasi muda tidak cukup hanya cerdas secara intelektual. Mereka harus memiliki karakter, kecerdasan emosional, kemampuan mengambil sikap dan nilai spiritual yang menjadi landasan dalam kehidupan. Di sinilah Pramuka memiliki posisi strategis,” katanya.

Heriyus mendorong kepengurusan Kwarcab yang baru dilantik untuk meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari pengurus, pembina, pelatih hingga peserta didik.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dasar yang menjadi jati diri Gerakan Pramuka.

“Zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi nilai kedisiplinan, kejujuran, gotong royong, tanggung jawab dan pengabdian tidak boleh kehilangan tempat. Justru nilai-nilai itulah yang harus menjadi bekal generasi muda menghadapi masa depan,” tegasnya.

Heriyus juga berharap Gerakan Pramuka Murung Raya tidak berhenti pada kegiatan internal organisasi, tetapi semakin banyak menghadirkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, lingkungan dan pembangunan daerah.

“Pramuka harus hadir di tengah masyarakat. Anak-anak kita perlu diberi ruang untuk belajar, berkarya, berorganisasi sekaligus mengabdi. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi generasi yang mampu mengikuti perubahan, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut memberikan solusi bagi lingkungan dan daerahnya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Murung Raya masa bakti 2025–2030, Rumiadi, yang juga menjabat Ketua DPRD Murung Raya, menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat pembinaan dan kegiatan kepramukaan.

Ia menegaskan, Kwarcab Murung Raya akan mendorong kegiatan yang memberikan ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun karakter serta meningkatkan kepedulian sosial.

“Pramuka harus menjadi tempat bagi anak-anak dan generasi muda untuk membangun karakter, keterampilan dan kepedulian sosial. Kami akan mendorong kegiatan yang tidak hanya mendidik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui penguatan pembinaan dan pengabdian tersebut, Gerakan Pramuka Murung Raya diharapkan semakin mampu menjalankan fungsi pendidikan karakter sekaligus menjadi bagian dari investasi sumber daya manusia daerah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. ( Alb- Fh )