Cegah Karhutla, Ahmad Maulana Minta Warga Hindari Pembakaran Lahan
Puruk Cahu – Anggota DPRD Murung Raya, Ahmad Maulana, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari pembakaran lahan sebagai upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama selama musim kemarau.
Menurut Maulana, kondisi lahan yang lebih kering saat musim kemarau membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan. Karena itu, masyarakat, khususnya pemilik lahan, diminta tidak melakukan pembukaan, pembersihan maupun pengelolaan lahan dengan cara membakar. “Kami mengimbau masyarakat, khususnya pemilik lahan, agar tidak membuka ataupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi kemarau membuat api lebih mudah menyebar dan sulit dikendalikan,” ujar Maulana, Selasa (11/8/2026).
Ia mengatakan, pembakaran lahan tidak hanya berpotensi memicu karhutla, tetapi juga dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.
Kebakaran yang tidak terkendali dapat mengganggu aktivitas warga, merusak lingkungan serta membahayakan keselamatan masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Karena itu, Maulana mengajak masyarakat memilih metode pengelolaan lahan yang lebih aman dan tidak menggunakan api sebagai cara untuk membersihkan lahan. “Mari bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak menggunakan api saat membuka lahan. Jangan sampai tindakan tersebut justru membahayakan diri sendiri, masyarakat sekitar maupun lingkungan,” katanya.
Ia juga meminta seluruh elemen masyarakat meningkatkan kepedulian dan saling mengingatkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah dan petugas tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, terutama mereka yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Maulana berharap masyarakat dapat lebih berhati-hati selama musim kemarau dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran. “Dengan kepedulian, kesadaran dan kerja sama seluruh masyarakat, kita berharap potensi terjadinya karhutla dapat ditekan dan lingkungan tetap aman selama musim kemarau,” pungkasnya. (Ed)


